Menu

Tilem Sasih Sadha

  • Selasa, 16 Juni 2015
  • 852x Dilihat

(Kankemenag Kota Denpasar)Purnama-Tilem memberikan gambaran akan adanya Rwa Binneda atau dua sisi yang saling bertentangan dalam kehidupan, pada saat ini umat Hindu melaksanakan ritual persembahyangan dalam rangka membersihkan jiwa dan raga, yang prosesnya diawali persiapan sarana ritual persembahyangan dan penyucian diri untuk mencari kebenaran yang hakiki melalui permenungan jiwa yang mendalam lewat tapa, brata dan semadi yang memanifestasikan jalan Bakti, Karma, Jnana dan Raja Marga. Tilemmerupakan hari pemujaan Sang Hyang Rudra sebagai perwujudan Sang Hyang Yamadipati yang memiliki kekuatan pralina.

Bertepatan dengan Tilem sasih Sadha, Anggara Pon wuku Wariga (16/6), seluruh pegawai Hindu pada Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Dharma Kerti Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar. Persembahyangan  kali ini dipimpin oleh Ka. Sub Bag. Tata Usaha pada Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar Bapak Ida Bagus Made Windu, S.Ag., M.Pd.H. Sebagai agenda rutin, usai persembahyangan, para pegawai menyimak dharma wacana yang dipersembahkan oleh penyuluh agama Hindu pada Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar I Wayan Artana, S.Ag., M.Phil dengan tema ajaran Tri Parartha (asih, punia, bhakti). Artana menjelaskan bahwa Tri Parartha merupakan salah satu ajaran agama Hindu untuk mewujudkan/menciptakan kemuliaan, kesempurnaan, kesejahteraan, kedamaian dengan melaksanakan Asih, Punia, dan Bhakti. Dalam lingkup wilayah kerja, ajaran asih diwujudkan dalam bentuk rasa asah, asih, asuh, toleransi, dan kerja sama dalam membangun etos kerja yang baik. Penerapan ajaran punia dapat diwujudkan melalui bekerja dengan penuh dedikasi dan saling memberikan dukungan guna mewujudkan kinerja yang baik dan mempersembahkannya sebagai wujud rasa bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. (sta)