Menu

Tingkatkan Mental Spiritual, Penyuluh Kemenag Kota Denpasar Bedah Konsep Khalifah di Lapas Perempuan

  • Rabu, 15 April 2026
  • 145x Dilihat

Denpasar - Suasana khidmat menyelimuti Aula Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan pada Rabu (15/4). Puluhan warga binaan tampak antusias mengikuti kegiatan pembinaan rohani Islam yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar. Hadir sebagai narasumber, penyuluh agama Islam, Hj. Titin Herawati, SE, MPd, yang membawakan tema mendalam: “Memaknai Tujuan Penciptaan Manusia.”

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan mental dan spiritual bagi kelompok sasaran khusus. Meski berada dalam masa pembinaan, komunikasi yang terbangun antara penyuluh dan jamaah berlangsung hangat dan penuh keakraban, menciptakan ruang aman bagi para warga binaan untuk merefleksikan diri.

Dalam penyuluhannya, Hj. Titin Herawati menekankan bahwa hakikat penciptaan manusia tidak lain adalah untuk beribadah kepada Allah SWT, sesuai amanah Surah Adz-Dzariyat ayat 56. Beliau menjelaskan perbedaan mendasar antara amalan ubudiyah (hubungan dengan Sang Pencipta) yang berdimensi ukhrawi, dan muamalah (hubungan antarmanusia) yang berdimensi duniawi.

“Meski keduanya berbeda dalam kajian fikih, ada titik temu yang menyatukan mereka, yaitu niat. Sesuai kaidah al-umuuru bimaqoshidiha, segala sesuatu bergantung pada tujuannya. Jika niatnya karena Allah, maka urusan dunia pun akan bernilai ibadah,” ungkapnya di hadapan jamaah.

Hal yang menarik dalam pembinaan kali ini adalah diselipkannya pesan Ekoteologi. Hj. Titin menegaskan bahwa setiap manusia lahir dengan mandat sebagai khalifah atau pemimpin di muka bumi. Amanah ini mencakup tanggung jawab untuk menjaga, merawat, dan memelihara kelestarian alam lingkungan.

“Menjaga bumi adalah bagian dari rasa cinta kepada Allah. Kesadaran untuk merawat ciptaan-Nya inilah yang harus menjadi sumber kekuatan bagi saudara-saudara sekalian dalam menghadapi ujian hidup di sini. Dengan hati yang penuh cinta dan keikhlasan, masa pembinaan ini dapat dijalani dengan sabar dan penuh harapan,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kota Denpasar berharap para warga binaan dapat menemukan titik balik untuk memperkuat iman dan memperbaiki akhlak. Pesan ekoteologi yang disampaikan diharapkan mampu menumbuhkan semangat baru bagi mereka untuk tidak hanya menjadi pribadi yang saleh secara ritual, tetapi juga saleh secara sosial dan peduli terhadap lingkungan saat kembali ke masyarakat nanti.

Pembinaan ditutup dengan doa bersama, menyisakan semangat perubahan yang lebih baik bagi seluruh warga binaan yang hadir.