Upacara Melaspas dan Rangkaian Upacara Memakuh, Mendem Pedagingan, dan Mecaru di Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar
Denpasar, 2 Juni 2025
Dalam rangka penyucian bangunan baru atau bangunan yang direnovasi, Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar melaksanakan upacara Melaspas, Memakuh, Mendem Pedagingan, dan Mecaru di kantor baru yang berlokasi di Jl. Gatot Subroto VI.J No. 30, Denpasar. Upacara ini bertujuan untuk menyucikan secara spiritual serta menghilangkan pengaruh negatif sebelum area perkantoran baru digunakan atau ditempati.
Rangkaian upacara adat dilaksanakan pada hari Senin (Rahina Soma), 2 Juni 2025, mulai pukul 10.00 WITA. Upacara diawali dengan tari Rejang Renteng oleh pegawai wanita yang beragama Hindu, mesanti dari penyuluh agama Hindu, serta iringan gamelan gender. Dalam upacara pemelaspasan ini, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar turut mempertunjukkan kemampuan dalam memainkan alat musik gender. Hal ini menunjukkan bahwa beliau, sebagai role model dalam pembangunan Zona Integritas, juga menjadi suri teladan dalam mempertahankan seni dan budaya yang bersinergi dengan inovasi yang dibentuk oleh agen perubahan.
Diiringi suara gender dan kidung, upacara Memakuh dan Melaspas dilaksanakan dengan khidmat. Dalam bahasa Bali, melaspas berasal dari kata “mlas” yang berarti pemisah dan “pas” yang berarti cocok, sehingga melaspas bermakna menyatukan atau menjalin kembali sesuatu yang sebelumnya terpisah. Upacara ini bertujuan untuk menyucikan dan meresmikan secara keagamaan area perkantoran yang baru.
Acara dilanjutkan dengan Mendem Pedagingan, serta prosesi Nuntun Ida Bhatara dari Sanggar Agung menuju pelinggih masing-masing. Rangkaian upacara ditutup dengan persembahyangan bersama, mecaru di halaman, ngaturan ayaban tumpeng 11, pengenteg, guru bendu piduka, dan terakhir mesegeh. Tujuan dari pelaksanaan Mecaru Makuh Ngambe adalah sebagai penyucian secara niskala dan wujud keharmonisan dengan alam semesta.
Seluruh rangkaian upacara dipuput oleh Ida Pedanda Gede Giri Dwijaguna dari Griya Giri Sari Uma Ngenjung, Angantaka, yang memimpin prosesi secara khidmat sesuai dengan tuntunan adat dan dharma agama.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam menjaga kesucian tempat kerja baru serta mempererat nilai-nilai spiritualitas dan kearifan lokal dalam setiap aspek pelayanan publik.
Dengan dilaksanakannya upacara ini, diharapkan kantor baru dapat memberikan energi positif, keselamatan, dan kelancaran dalam pelaksanaan tugas-tugas kedinasan ke depan.
18 Februari 2026
18 September 2025