PROFIL
PROFIL
STANDAR PELAYANAN PUBLIK
STANDAR PELAYANAN PUBLIK
KONTAK
KONTAK
TRANPARANSI KEUANGAN
TRANPARANSI KEUANGAN
SATU DATA
SATU DATA
LAIN-LAIN
LAIN-LAIN

Workshop Penyusunan Modul Ajar Berdiferensiasi Terintegrasi KSE Dalam Pembelajaran Bagi Guru Agama Hindu dan Budi Pekerti Tingkat SMA/K Se-Kota Denpasar

Workshop Penyusunan Modul Ajar Berdiferensiasi Terintegrasi KSE Dalam Pembelajaran Bagi Guru Agama Hindu dan Budi Pekerti Tingkat SMA/K Se-Kota Denpasar

Workshop Penyusunan Modul Ajar Berdiferensiasi Terintegrasi KSE Dalam Pembelajaran Bagi Guru Agama Hindu dan Budi Pekerti Tingkat SMA/K Se-Kota Denpasar

Guru memiliki peran penting di dalam satuan/lembaga pendidikan yakni mendidik, mengajar serta membimbing para anak didiknya saat menimba ilmu pengetahuan di sekolah. Dalam upaya meningkatkan kompetensi serta keahlian para guru agama Hindu di Kota Denpasar, Rabu (15/5) pagi tadi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, Bapak Ida Bagus Ketut Rimbawan hadir memberi sambutan sekaligus membuka kegiatan Workshop Penyusunan Modul Ajar Berdiferensiasi Terintegrasi KSE Dalam Pembelajaran Bagi Guru Agama Hindu dan Budi Pekerti Tingkat SMA/K Se-Kota Denpasar yang diselenggarakan oleh MGMP Kota Denpasar bertempat di Aula SMA Negeri 9 Denpasar.

Workshop ini dihadiri oleh Kasi Pendidikan Hindu Kemenag Kota Denpasar, Bapak Ida Bagus Putu Anom Arisudana, Korwas Denpasar, Ibu Ni Nengah Suniti, Kepala Sekolah SMAN 9 Denpasar, Ketua MGMP Kota Denpasar serta diikuti oleh guru agama Hindu tingkat SMA/K se-Kota Denpasar.

Laporan Ketua Panitia dalam hal ini menyampaikan bahwa workshop ini diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi pendidik bagi guru SMA/K di wilayah kerja Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar. Dalam hal ini workshop mengangkat tema “Penyusunan Modul Ajar Berdiferensiasi Terintegrasi KSE”, dimana di era globalisasi ini seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, kita bersama-sama mengetahui bahwasanya tingkat pendidikan dan peserta didik kita perlu diberikan sebuah pendekatan yang sangat relevan di era kekinian bilamana Bapak/Ibu semua menyadari bahwa pembentukan karakter tentu tidak hanya bisa dibentuk dari lingkungan rumah saja, tetapi juga akan lebih banyak dilaksanakan di sekolah. Oleh karena itu Bapak/Ibu sebagai guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti penting untuk diberikan pembelajaran ilmu-ilmu tambahan terkait dengan pendekatan secara sosial dan emosional, terlepas dari Bapak/ibu guru agama Hindu sudah mendalami bagaimana pendekatan secara sosial dan spiritualnya.

Kepala Kantor dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada MGMP Kota Denpasar yang telah menyelenggarakan workshop dalam upaya meningkatkan kompetensi guru agama Hindu di Kota Denpasar. Pelru kita ketahui bersama bahwa Kompetensi Sosial Emosional (KSE) dianggap krusial dalam pendidikan dan perkembangan individual karena berperan penting dalam membentuk kepribadian, membantu siswa menjadi lebih baik dalam berinteraksi dengan orang lain. KSE mencakup keterampilan, sikap, dan pengetahuan yang memungkinkan individu untuk memahami dan mengelola emosi mereka sendiri, berinteraksi dengan orang lain secara efektif, dan mencapai tujuan-tujuan mereka dengan cara yang positif.

Guru diharapkan memiliki sikap yang baik, keahlian atau keterampilan yang mampu mendidik peserta didiknya di sekolah sehingga mencerdaskan anak bangsa. Kami harapkan guru agama Hindu tingkat SMA/K yang hadir dapat mengikuti workshop ini dengan baik hingga usai, sehingga ilmu dan segala informasi yang diperoleh dari narasumber dapat diimplementasikan saat proses belajar mengajar di sekolah, imbuh Kepala Kantor (kd) #SantihMelayani

Tags